Miris dan Memalukan, Diduga Ada Pembiaran Berat dalam Proyek Jalan Usaha Tani Sidomukti: Ketebalan Menyusut Drastis, Material Asal-Asalan, Kades Demang Jadi Sorotan Warga


Kebumen, Koranjateng.com – Pembangunan jalan usaha tani di Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, kini berubah menjadi bahan kemarahan warga. Proyek yang seharusnya menjadi tulang punggung akses pertanian diduga dikerjakan dengan kualitas jauh di bawah standar, bahkan disebut-sebut dibiarkan begitu saja oleh Kepala Desa Sidomukti, Demang.

Di lokasi pekerjaan, kondisi sangat mencolok: ketebalan cor yang seharusnya 15 cm sesuai spek justru hanya sekitar 8 cm. Lebih parahnya lagi, campuran beton terlihat dipenuhi batu-batu berukuran besar, yang diduga sengaja dimasukkan untuk menghemat material. Praktik seperti ini bukan hanya merusak kualitas konstruksi, tetapi juga membuka peluang keuntungan sepihak bagi pihak CV pelaksana maupun oknum pemerintah desa.

Warga menilai hal ini bukan sekadar kelalaian, melainkan dugaan pembiaran oleh Kades Demang, yang dianggap tidak tegas mengawasi proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut.


“Ini bukan sekadar salah teknis, ini pembiaran terang-terangan. Ketebalan menyusut separuh, batu besar numpuk di dalam cor. Masa kades tidak tahu? Atau pura-pura tidak tahu?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Warga lain bahkan menuding ada indikasi permainan yang menguntungkan pihak tertentu.

“Kalau ketebalan dikurangi, material otomatis berkurang. Siapa yang diuntungkan? Ya rekanan dan siapa pun yang membiarkan. Ini memalukan untuk desa,” tegasnya.

Proyek yang harusnya mempercepat mobilitas hasil panen justru dikhawatirkan akan cepat rusak dan menjadi beban baru bagi warga. Mereka menyayangkan sikap Kades Demang yang terkesan diam dan tidak mengambil tindakan apa pun.

Tekanan warga kini mengarah pada Inspektorat Kabupaten Kebumen, yang diminta segera turun ke lokasi untuk melakukan audit fisik dan mengungkap dugaan penyimpangan volume pekerjaan tersebut.

“Inspektorat jangan tutup mata. Tolong turun secepatnya. Ini uang negara, ini hak petani, bukan ladang keuntungan pihak tertentu,” desak warga.


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today