Mixue Ice Cream and Tea: Pendatang Baru yang Cepat Menyita Perhatian di Delanggu


Klaten - Koranjateng.com - Mixue Ice Cream and Tea adalah perusahaan waralaba minuman dan es krim asal Tiongkok yang telah melebarkan sayapnya ke berbagai kota di dalam negeri maupun lintas negara, dengan ratusan bahkan ribuan outlet tersebar di Indonesia dan salah satunya kini beroperasi di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Kehadiran Mixue di kawasan ini menjadi tambahan warna bagi peta kuliner lokal, terutama di segmen minuman kekinian yang sangat digemari kalangan muda dan keluarga (07/12/2025).


Dimas TB salah seorang driver online dari komunitas DFR (Delanggu Free Rider) mengatakan “Sebagai pendatang baru di arena kuliner online Delanggu dan sekitarnya, Mixue menunjukkan performa yang cukup impresif. Dukungan publisitas masif dan eksposur internasional membuat proses ekspansi dan pengenalan merek menjadi relatif lebih mudah dibanding usaha lokal yang baru berdiri. Strategi pemasaran yang agresif, ditambah produk yang mudah diterima pasar, es krim lembut, minuman teh buah, dan varian minuman mix berbahan dasar buah, membuat Mixue cepat menarik perhatian konsumen dan platform pesan antar.” paparnya. 


Lebih lanjut di terangkan, “Di Delanggu, intensitas pesanan Mixue baik secara online maupun offline terbilang stabil. Dalam klasemen sementara liga kuliner online wilayah ini, Mixue menempati posisi kedua, tepat di belakang Omah Duren, produsen makanan dan minuman lokal yang tengah naik daun. Jika dilihat head to head, intensitas pesanan Mixue dan Omah Duren seringkali seimbang, namun perbedaan jam operasional dan preferensi pelanggan membuat Omah Duren masih unggul di posisi pertama. Meski demikian, pencapaian Mixue untuk langsung menempati peringkat kedua patut diapresiasi, mengingat cabang ini relatif baru beroperasi.” terang Dimas 


“Lokasi Mixue yang berada di pinggir jalan Solo–Yogyakarta menjadi salah satu faktor strategis. Akses yang mudah dari jalur utama memudahkan pelanggan untuk singgah, baik yang sedang dalam perjalanan maupun warga lokal yang ingin menikmati minuman segar. Bangunan berlantai yang dimiliki Mixue juga memberi kenyamanan bagi pelanggan yang ingin makan di tempat, area duduk yang memadai memungkinkan pengunjung menikmati produk secara santai, bukan sekadar take-away.” tegasnya 


Namun, “Tidak semua aspek berjalan mulus. Akses jalan yang merupakan jalur cepat antara Jogja dan Solo menimbulkan tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan lahan parkir. Saat kunjungan ramai, lahan parkir mobil menjadi terbatas dan pengaturan kendaraan menjadi kurang ideal. Parkir sepeda motor pun tidak selalu memadai, sehingga beberapa pengunjung memilih untuk memesan lewat aplikasi agar tidak repot mencari tempat parkir. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membatasi laju perkembangan Mixue di Delanggu dibanding cabang-cabang lain yang mungkin memiliki area parkir lebih luas atau lokasi yang lebih tenang,” ujarnya 


Terlepas dari kendala tersebut, prestasi Mixue dalam hal penjualan tidak bisa diabaikan. Sejak dibuka, outlet ini sudah menunjukkan volume pesanan yang tinggi dan mendapat pengakuan dari para driver ojek online yang kerap mengantar pesanan. Banyak driver menyatakan bahwa intensitas order Mixue cukup tinggi, sehingga mereka sering mendapat beberapa kali pengambilan dalam sehari dari radius sekitar resto. Kecepatan layanan dan keramahan pramuniaga menjadi alasan utama mengapa driver dan pelanggan merasa nyaman bertransaksi di sini.


Manajemen operasional Mixue juga patut dicatat sebagai salah satu keunggulan. Pengaturan agar pesanan online tidak berbenturan dengan pesanan offline dijalankan dengan cukup rapi, sehingga antrian di tempat tidak mengganggu proses pengambilan pesanan oleh driver. Sistem ini membantu menjaga alur kerja tetap efisien dan meminimalkan waktu tunggu pelanggan. Kecepatan dan ketepatan pemrosesan pesanan menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan kembali memesan, terutama pada jam-jam sibuk seperti setelah gajian atau saat cuaca panas.


Dari sisi produk, variasi menu Mixue yang mengkombinasikan es krim lembut dengan minuman teh dan minuman buah memberikan pilihan yang luas bagi konsumen. Rasa yang konsisten dan harga yang kompetitif membuatnya mudah diterima pasar lokal. Selain itu, tampilan produk yang menarik juga mendukung strategi pemasaran di media sosial, sehingga eksposur organik dari pelanggan turut membantu memperkuat brand awareness.


Pelajaran yang bisa diambil dari kehadiran Mixue di Delanggu adalah pentingnya manajemen operasional dan pelayanan dalam memenangkan persaingan kuliner, terutama di era digital. Restoran rumahan atau usaha kecil dapat mencontoh aspek-aspek positif seperti kecepatan layanan, pengaturan alur pesanan, dan keramahan staf untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, pemilihan lokasi yang strategis dan pengelolaan parkir yang baik juga menjadi faktor penentu kenyamanan pengunjung.


Akhirnya, kehadiran Mixue menambah daftar rekomendasi tempat kuliner di Delanggu bagi mereka yang ingin merasakan suasana wisata kuliner atau sekadar menikmati minuman dari rumah melalui platform pesan antar. Meski masih menghadapi beberapa tantangan operasional, Mixue telah membuktikan bahwa dengan produk yang tepat, pelayanan cepat, dan strategi pemasaran yang efektif, sebuah merek baru dapat dengan cepat meraih tempat di hati konsumen lokal. Bagi pecinta kuliner di Delanggu, persaingan sehat antara Mixue dan pelaku lokal seperti Omah Duren justru memperkaya pilihan dan mendorong peningkatan kualitas layanan di seluruh kawasan.


( Pitut Saputra )

Next Post Previous Post

Hot News Today