Dugaan Carut Marut Penyertaan Modal BUMDes Sebesar 270juta Desa Semanding Gombong Disorot Warga
Kebumen, Koranjateng.com – Dugaan carut marut pengelolaan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Semanding, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen mulai menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penyertaan modal ke BUMDes Semanding mencapai Rp 270 juta. Namun, hingga kini, sebagian masyarakat mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait peruntukan dana maupun hasil usaha yang dijalankan oleh BUMDes tersebut.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persoalan ini telah dikonsultasikan ke pihak Inspektorat. Ia juga menyebut isu tersebut mulai menjadi perhatian di tingkat kecamatan.
“Ternyata konsultasi saya ke Inspektorat tentang Penyertaan modal ke Bumdes Semanding sebesar Rp 270 Jt, beritanya sudah mulai menghangat. Pihak kecamatan sudah mendengar tentang hal itu dan sempat menjadi bahan pembicaraan dibelakang layar saat musdes tadi di Semanding,” ujarnya, kamis (16/04/2026).
Menurutnya, pembahasan terkait penyertaan modal tersebut bahkan telah menjadi topik pembicaraan dalam Musyawarah Desa (Musdes), meski belum disampaikan secara terbuka kepada seluruh peserta.
Warga berharap pemerintah desa dapat segera memberikan penjelasan secara transparan terkait pengelolaan dana BUMDes, termasuk laporan keuangan dan perkembangan usaha yang telah dijalankan. Hal ini dinilai penting guna menghindari potensi penyalahgunaan anggaran serta menjaga kepercayaan publik.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Semanding maupun pengelola BUMDes belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat pun mendesak agar pihak terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Kebumen, segera melakukan penelusuran guna memastikan tidak adanya pelanggaran dalam pengelolaan dana desa.
Perkembangan lebih lanjut terkait persoalan ini masih terus ditunggu publik, terutama menyangkut langkah konkret pemerintah dalam menjawab keresahan masyarakat Desa Semanding.
(Puspo Lukito)
