Tradisi Grobag Berkuda, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Buluspesantren


 Kebumen, Koranjateng.com -  Tradisi Grobag yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang hingga kini masih terus lestari di wilayah Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Kegiatan budaya ini menjadi bagian penting dari perayaan pasca-Hari Raya Idulfitri dan selalu dinantikan oleh masyarakat setempat,(22 Maret 2026).

Salah satu pusat kemeriahan tradisi ini berada di Desa Setrojenar. Selain dikenal memiliki potensi wisata pantai yang menarik perhatian pengunjung dari luar daerah, Setrojenar juga menjadi sorotan karena konsistensinya dalam menjaga tradisi Grobag.

 Kehadiran wisatawan yang datang ke Pantai Setrojenar turut menambah semarak kegiatan budaya ini.

Tidak hanya dari Setrojenar, partisipasi juga datang dari berbagai desa lain di wilayah Kecamatan Buluspesantren, termasuk Desa Indosari yang meskipun berjarak cukup jauh tetap antusias mengikuti tradisi ini. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur.

Yang menjadi keunikan utama dalam Tradisi Grobag di Buluspesantren adalah penggunaan kuda sebagai penarik grobag. Berbeda dengan umumnya gerobak yang ditarik manusia, dalam tradisi ini grobag ditarik oleh kuda-kuda yang kuat dan gagah. Satu grobag bahkan dapat dinaiki oleh sekitar 6 hingga 13 orang sekaligus, sehingga menambah daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pengunjung.



Tradisi Grobagan biasanya digelar dua hari setelah Hari Raya Idulfitri. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tidak kurang dari sekitar 70 grobag turut meramaikan acara, menciptakan suasana yang meriah, penuh warna, dan kebersamaan.

Grobag berkuda ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol rasa syukur masyarakat setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Selain itu, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga, mempererat hubungan sosial, serta menjaga nilai-nilai gotong royong yang telah lama tertanam.

Masyarakat berharap Tradisi Grobag tidak hanya terus dilestarikan, tetapi juga semakin berkembang dan dikenal luas. Dengan dukungan semua pihak, tradisi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik budaya yang membanggakan, khususnya bagi warga Kecamatan Buluspesantren dan umumnya Kabupaten Kebumen.

Pelestarian Tradisi Grobag berkuda menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi identitas budaya yang patut dijaga bersama.


(Suroyo)

Previous Post

Hot News Today