Dugaan "Ompongnya" Taring DPRD Kebumen. Suami Korban : Pihak RSUD Prembun Kerumah Hanya Meminta Maaf Dan Bawa Satu Kantong Kresek Buah, Dan Menganggap Semua Selesai!!!


 Kebumen, Koranjateng.com – (09/04/2026), Sikap pihak RSUD Prembun menuai sorotan tajam dari keluarga almarhumah yang diduga menjadi korban kelalaian pelayanan medis. Pasalnya, pihak rumah sakit hanya datang ke rumah keluarga almarhumah untuk menyampaikan permintaan maaf sambil membawa satu kantong plastik berisi buah, tanpa memberikan penjelasan atau klarifikasi yang lebih mendalam terkait dugaan kelalaian yang terjadi.


Kedatangan perwakilan RSUD Prembun tersebut justru memunculkan kekecewaan mendalam bagi pihak keluarga. Suami almarhumah menilai, permintaan maaf yang disampaikan terkesan hanya sebagai formalitas semata, tanpa adanya itikad serius untuk menjelaskan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi di dalam proses pelayanan medis yang diterima istrinya.


“Yang datang hanya menyampaikan permintaan maaf dan membawa satu kresek buah. Setelah itu seolah-olah semuanya sudah selesai begitu saja. Tidak ada penjelasan apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada juga penjelasan bagaimana pembenahan kinerja dan disiplin kerja ke depan,” ungkap suami almarhumah dengan nada kecewa.


Menurutnya, hal tersebut justru memperlihatkan sikap yang dinilai kurang menghargai rasa kehilangan yang dialami keluarga. Apalagi hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kronologi maupun evaluasi internal terkait dugaan kelalaian tersebut.


Keluarga almarhumah menilai, permintaan maaf yang disampaikan tanpa disertai klarifikasi dan komitmen perbaikan justru memperkuat dugaan bahwa memang telah terjadi kelalaian dalam pelayanan di RSUD Prembun.


“Kalau hanya datang minta maaf tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa ke depan tidak akan terjadi hal yang sama kepada pasien lain?” tambahnya.


Peristiwa ini pun dinilai tidak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf semata. Keluarga berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan kelalaian tersebut secara transparan.


Sorotan juga diarahkan kepada DPRD Kabupaten Kebumen agar menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja eksekutif dan seluruh jajarannya, termasuk institusi pelayanan publik seperti rumah sakit daerah.


Keluarga menilai, DPRD Kebumen memiliki kewenangan moral dan politik untuk meminta klarifikasi serta mendorong investigasi terhadap dugaan kelalaian yang berpotensi merenggut nyawa pasien.


“Ini menyangkut nyawa manusia. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf dan satu kantong buah. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan disiplin pegawai di RSUD Prembun agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya (09/04/2026).


Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Prembun belum memberikan keterangan resmi terkait evaluasi internal maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan pasca peristiwa tersebut. Sementara keluarga almarhumah berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kebumen untuk mengusut dugaan kelalaian ini secara tuntas.


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today