Dugaan Pelecehan Seksual di SMK Ma’arif 7 Kebumen Viral, Disebut Libatkan Oknum Guru Berinisial EH
Kebumen, Koranjateng.com – Dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di SMK Ma’arif 7 Kebumen, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan tindakan tidak pantas tersebut melibatkan seorang oknum guru berinisial EH. Sementara korban disebut-sebut tidak hanya satu orang. Selain seorang guru perempuan asal Kabupaten Cilacap, beberapa siswi di sekolah tersebut juga diduga menjadi korban.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa peristiwa tersebut telah berlangsung cukup lama hingga akhirnya mencuat ke publik dan memicu perhatian berbagai pihak. Dugaan adanya lebih dari satu korban membuat kasus ini menjadi sorotan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Saat dikonfirmasi oleh media, pihak sekolah melalui kepala sekolah SMK Ma’arif 7 Kebumen membenarkan adanya persoalan yang melibatkan salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut. Namun demikian, pihak sekolah menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Masalah tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar kepala sekolah saat dimintai keterangan oleh awak media, (09/03/2026).
Meski demikian, ia juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut saat ini sudah berada dalam penanganan pihak kepolisian.
“Sekarang kasusnya juga sedang ditangani oleh pihak Polres Kebumen,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk terkait jumlah korban maupun status hukum pihak yang diduga terlibat.
Mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan ini memunculkan keprihatinan dari masyarakat. Banyak pihak berharap agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut secara transparan, guna memberikan keadilan bagi para korban serta memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan serta perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Koranjateng.com akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus tersebut.
(Puspo Lukito)
