Dugaan Melegalkan Perselingkuhan Perangkat Desa, Sikap Kades Semanding Disorot Warga
Sorotan tersebut menguat setelah Kepala Desa Semanding menyisipkan permintaan maaf terkait dugaan perselingkuhan perangkat desanya dalam forum Musyawarah Desa (Musdes). Namun, alih-alih meredam polemik, pernyataan itu justru memicu kekecewaan warga karena dinilai tidak disertai langkah konkret atau sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, (18/12/2025).
“Permintaan maaf tanpa tindakan jelas justru menimbulkan tanda tanya besar. Seolah-olah permasalahan serius ini dianggap wajar,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih jauh, warga juga menyoroti dugaan kuat bahwa Kepala Desa Semanding ‘disetir’ oleh S, yang diketahui menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Desa Semanding. Posisi strategis tersebut dinilai membuat S mengetahui hampir seluruh rahasia dan dinamika pemerintahan desa, sehingga memunculkan dugaan adanya pengaruh besar terhadap kebijakan kepala desa.
Tak hanya itu, nama S kembali menjadi sorotan saat yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia seleksi perangkat Desa Semanding tahun 2025. Ironisnya, dalam proses seleksi tersebut, M—yang juga diduga terlibat dalam perselingkuhan—justru terpilih menjadi salah satu perangkat desa. Fakta ini semakin menguatkan kecurigaan warga akan adanya konflik kepentingan dan praktik tidak sehat dalam tata kelola pemerintahan desa.
Warga menilai, jika benar Kepala Desa berada di bawah pengaruh S, maka kondisi ini sangat berbahaya bagi marwah pemerintahan desa dan mencederai prinsip profesionalitas serta etika jabatan publik.
Sebagaimana diketahui, dugaan perselingkuhan ini mencuat setelah suami M secara terbuka menuding adanya hubungan terlarang, disertai bukti percakapan WhatsApp bernada mesra antara S dan M. Bukti tersebut telah beredar luas di kalangan masyarakat dan menjadi dasar kekecewaan publik terhadap sikap pemerintah desa.
Warga pun mendesak agar Kepala Desa Semanding bersikap tegas dan objektif, serta tidak ragu mengambil langkah jelas terhadap S dan M sebagai pihak yang diduga menjadi pelaku utama. Mereka menilai, pembiaran berlarut-larut hanya akan memperburuk kepercayaan publik dan menciptakan preseden buruk dalam pemerintahan desa.
“Kalau tidak ada ketegasan, ini bukan hanya soal moral, tapi juga soal rusaknya wibawa pemerintahan desa,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Semanding belum memberikan klarifikasi resmi secara menyeluruh terkait dugaan pengaruh S terhadap Kepala Desa maupun polemik dalam proses seleksi perangkat desa. Masyarakat berharap aparat berwenang turun tangan untuk memastikan keadilan, transparansi, dan penegakan etika di lingkungan Pemerintah Desa Semanding.
(Puspo Lukito)

