Respons Satpol PP Kebumen Dinilai Bak Pisau Bermata Dua, Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas. Beraninya Hanya Sama Pedagang Kecil?
Kebumen, Koranjateng.com – Respons dan sikap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Lembaga penegak peraturan daerah tersebut dinilai bertindak bak pisau bermata dua: tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
Sorotan itu mencuat dari perlakuan Satpol PP terhadap pedagang kecil atau pedagang pribumi yang kerap menggelar dagangan di kawasan Alun-alun Pancasila Kebumen. Para pedagang ini acap kali dikejar-kejar, ditertibkan, bahkan dianggap sebagai “sampah” yang mengotori keindahan dan pemandangan ruang publik kebanggaan warga Kebumen.
“Kalau pedagang kecil baru gelar lapak sebentar saja sudah disuruh pergi. Seolah-olah kami ini perusak wajah kota,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, Kamis, 18/12/2025.
Namun perlakuan tegas tersebut dinilai berbanding terbalik ketika Alun-alun Pancasila Kebumen digunakan untuk kepentingan event hiburan berskala besar yang digelar oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional asal Jakarta. Dalam pantauan warga, terlihat jelas sejumlah truk besar dari rombongan stasiun televisi tersebut parkir di lintasan jogging track alun-alun, area yang sejatinya diperuntukkan bagi aktivitas olahraga masyarakat.
Ironisnya, dalam kondisi tersebut, Satpol PP Kebumen dinilai tidak menunjukkan ketegasan. Tidak tampak upaya pengusiran maupun penertiban terhadap kendaraan besar yang jelas melanggar fungsi ruang publik. Sikap tersebut memunculkan kesan bahwa Satpol PP “kehilangan taring” ketika berhadapan dengan pihak-pihak besar atau tamu dari luar daerah.
“Ini yang bikin warga bertanya-tanya. Kenapa pedagang kecil dikejar-kejar, tapi truk-truk besar dari Jakarta dibiarkan parkir seenaknya di jogging track? Apa karena mereka tamu?” ujar seorang warga Kebumen dengan nada kecewa.
Perlakuan yang dinilai timpang tersebut memicu kritik keras dari masyarakat. Warga mempertanyakan keberpihakan Satpol PP Kebumen dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Mereka menilai, Satpol PP seharusnya hadir untuk melindungi dan mengayomi warga Kebumen, bukan justru bersikap lunak terhadap pihak luar dan keras kepada rakyat kecil.
“Sebenarnya Satpol PP itu tugasnya melindungi warga Kebumen atau warga luar Kebumen? Dan yang menggaji mereka itu uang dari rakyat Kebumen atau orang Jakarta?” sindir warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satpol PP Kabupaten Kebumen belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perlakuan berbeda tersebut. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka sekaligus evaluasi serius agar penegakan aturan di Kebumen tidak lagi tebang pilih dan benar-benar mengedepankan rasa keadilan bagi seluruh warga.
(Puspo Lukito)
