Lonjakan Pengunjung Wahana Air di Cokro dan Karanglo
Klaten, Koranjateng.com - Wahana wisata air kembali menjadi magnet utama bagi wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama pada akhir pekan ketika intensitas pengunjung melonjak drastis. Di kawasan Cokro dan Karanglo, tiga destinasi unggulan, New River Moon, Taman Banyu Gemblinding, dan River Care Cokro 18, mencatat lonjakan pengunjung signifikan pada Minggu terakhir Desember ini. Kepadatan pengunjung membuat suasana ramai sejak pagi hingga sore, lajur sungai dipakai bergantian oleh rombongan wisatawan, dan antrian untuk wahana river tubing pun memanjang lebih lama dari biasanya (28/12/2025).
Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh pengelola wahana, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi. Kedai makanan, penjual minuman, serta jasa parkir mengalami peningkatan pesanan dan omset. Salah seorang pedagang kuliner, Ahmed, mengaku omsetnya ikut terdongkrak seiring membludaknya pengunjung. “Lumayan lah, dagangan ikut terdongkrak karena warung saya berlokasi di pinggir jalan dekat New River Moon dan Taman Banyu Gemblinding, jadi banyak sopir dan tour guide mampir sembari menunggu wisatawan menikmati wahana air,” ujarnya. Menurutnya, kepadatan hari ini hampir dua kali lipat dibanding akhir pekan sebelumnya, sehingga suasana ekonomi lokal menjadi lebih hidup.
Kenaikan kunjungan yang tercatat lebih dari 50 persen pada Minggu akhir tahun ini juga membawa tantangan tersendiri. Akses jalan Cokro–Karanglo yang relatif sempit membuat arus lalu lintas sempat tersendat, terutama saat bus pariwisata dan kendaraan pribadi bersamaan memasuki area parkir. Meski demikian, antusiasme wisatawan dari dalam dan luar kota tetap tinggi. Banyak pengunjung yang penasaran ingin merasakan sensasi river tubing di sungai pusur yang terkenal dengan kejernihan air dan medan alami yang menantang adrenalin.
Ketiga obyek wisata tersebut menawarkan pengalaman berbeda namun sama-sama memikat. New River Moon dikenal dengan suasana objek wisata yang asri dan fasilitas pendukung yang lengkap, sehingga cocok untuk keluarga dan rombongan. Taman Banyu Gemblinding menawarkan area parkir yang luas dan wahana yang ramah anak, menjadikannya pilihan praktis bagi keluarga yang membawa anak kecil. Sementara River Care 18 menyajikan trek river tubing sepanjang sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit, menghadirkan kombinasi arus deras, jeram, arus berputar, hingga bagian sungai yang tenang, sebuah petualangan lengkap bagi pencari tantangan.
Kejernihan air dan kondisi alam sungai pusur menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan luar kota yang jarang menemukan sungai dengan kualitas serupa. “Kejernihan dan medan river tubing alami di sungai pusur ini memang menarik, khususnya bagi wisatawan luar kota yang jarang melihat sungai bening,” kata Ahmed. Pengalaman menyusuri aliran sungai yang jernih sambil melewati jeram-jeram kecil memberi sensasi berbeda dibanding wahana air buatan di kota besar.
Meski demikian, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pihak pengelola dan pemandu wisata aktif memantau kondisi cuaca dan arus sungai. Mustaqim, salah seorang pemandu wisata di New River Moon, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung tidak bisa ditawar. “Kami tidak akan mengizinkan wisatawan bermain bila ada potensi bahaya cuaca buruk atau arus deras dari hulu. Langkah kewaspadaan dan prosedur keselamatan tetap kami utamakan demi kenyamanan bersama,” ujarnya. Prosedur tersebut mencakup pemeriksaan peralatan, briefing keselamatan sebelum turun ke sungai, serta pembatasan operasional saat kondisi alam tidak mendukung.
Dari sisi pengalaman pengunjung, river tubing di kawasan ini mendapat respons positif. Iqbal, pengunjung dari Jepara, mengungkapkan bahwa popularitas river tubing di daerah ini memang sudah terkenal sehingga ia dan rombongan menyempatkan diri mengisi liburan Nataru di sini. “New River Moon selain wahananya keren, suasana obyek wisatanya juga menarik. Banyak lokasi wisata dan wahana untuk anak serta stand kuliner yang lezat. River Care 18 menawarkan trek panjang dengan berbagai tantangan seru, ini petualangan yang luar biasa,” kata Iqbal. Pernyataan ini mencerminkan kombinasi antara adrenalin dan kenyamanan yang dicari wisatawan modern, sensasi petualangan tanpa mengorbankan fasilitas pendukung.
Menambah perspektif lokal, Sardot, penjual angkringan yang bersebelahan dengan warung Ahmed, berharap lonjakan pengunjung tidak hanya terjadi pada akhir tahun. “Harapannya ya Minggu-Minggu biasa tetap pengunjungnya seperti ini, tidak hanya pas akhir tahun saja, jadi kami para pedagang kecil ini juga kecipratan berkah rejeki liburan Nataru,” ungkapnya. Sardot juga menyoroti kebutuhan pembenahan infrastruktur dan kebersihan lingkungan. Ia menilai perlu ada perbaikan mulai dari pengaturan akses lalu lintas dan parkir hingga sarana penunjang keselamatan dan kenyamanan pengunjung. “Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan di sekitar sungai dan obyek wisata juga patut menjadi prioritas mengingat cuaca buruk yang seringkali datang mendadak. Aliran sungai harus lancar dan kita senantiasa harus menjaga serta merawatnya, agar sungai pusur ini selalu memberikan keberkahan bagi banyak orang,” tambah Sardot.
Lonjakan pengunjung pada masa liburan seperti ini memberi pelajaran penting bagi pengelola destinasi wisata dan pemerintah daerah. Perencanaan kapasitas parkir, pengaturan arus lalu lintas, serta peningkatan fasilitas keselamatan harus menjadi prioritas untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Selain itu, pemberdayaan UMKM lokal melalui fasilitas penunjang dan promosi bersama dapat memperkuat dampak ekonomi positif dari pariwisata.
Secara keseluruhan, musim liburan Nataru tahun ini menunjukkan bahwa wisata alam berbasis pengalaman, seperti river tubing, masih memiliki daya tarik kuat. Dengan pengelolaan yang baik, perhatian terhadap keselamatan, dan dukungan bagi pelaku usaha lokal, destinasi-destinasi seperti New River Moon, Taman Banyu Gemblinding, dan River Care 18 berpotensi menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menguntungkan banyak pihak, dari wisatawan hingga pedagang lokal.
( Pitut Saputra )
