Pemudik Mulai Memadati Arus Lalu Lintas Jalan Solo Jogja
Klaten, Koranjateng.com - Memasuki akhir pekan menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas di jalur Solo–Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan. Sejak pagi hingga sore hari ini, kendaraan dari berbagai daerah memadati ruas utama, baik yang bergerak dari Solo menuju Yogyakarta maupun sebaliknya. Lonjakan volume kendaraan ini tidak hanya dipicu oleh pemudik, tetapi juga wisatawan yang memanfaatkan hari Minggu untuk berkunjung ke destinasi populer di sepanjang koridor tersebut (21/12/2025).
Kehadiran jalan tol Solo–Yogyakarta memang membantu mengurai sebagian kepadatan, namun titik-titik kritis seperti perempatan lampu lalu lintas, perlintasan kereta api, pintu keluar tol, dan akses menuju lokasi wisata masih kerap mengalami penumpukan. Di beberapa titik, antrean kendaraan mengular hingga menimbulkan kemacetan, terutama saat kereta melintas dan palang pintu ditutup. Kondisi ini diperparah oleh cuaca hujan yang mengurangi kecepatan kendaraan dan mempersempit jarak pandang pengemudi.
Untuk menjaga kelancaran dan keselamatan, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, serta relawan pramuka dikerahkan di sejumlah pos pengamanan. Di Pos Polisi Karang Delanggu, misalnya, petugas tampak aktif mengatur arus, mengarahkan kendaraan, dan membantu pejalan kaki menyeberang. Relawan pramuka turut berperan memberikan informasi keselamatan dan membantu pengaturan parkir di titik-titik wisata. Kehadiran mereka memberi rasa aman sekaligus mempercepat respons ketika terjadi gangguan lalu lintas.
Petugas patroli dan tim derek juga disiagakan untuk mengevakuasi kendaraan mogok agar tidak menghambat arus. Evakuasi cepat menjadi penting karena kendaraan yang berhenti di badan jalan dapat memicu antrean panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan. Prasongko salah seorang pemudik dari Bogor mengatakan “Petugas tol sebaiknya menambah jumlah loket dan mengimbau penggunaan pembayaran nontunai untuk mempercepat proses keluar masuk kendaraan di gerbang keluar masuk tol.” ujarnya saat ditemui awak media di rest area.
Dirinya juga menyatakan rasa puas karena mudik tahun ini tidak begitu padat, namun disisi lain ia juga juga menghimbau kepada para pengguna jalan terkait jalur alternatif yang biasanya menjadi pilihan beberapa pengendara untuk menghindari kemacetan utama kini juga sudah mulai terlihat padat. “Banyak pemudik memilih rute pedesaan atau jalur sekunder menuju Prambanan dan kawasan wisata lain, namun kapasitas jalan yang sempit dan minim penerangan membuat rute ini rentan macet, terutama saat hujan. Karenanya kondisi ini menurutnya perlu kehati-hatian ekstra dari pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang lebih rentan terhadap kondisi jalan licin.” terangnya.
Terpisah Martinus pengguna jalan yang sedang melakukan perjalanan wisata bersama keluarga nampak sedang beristirahat di rest area Gondang. Dirinya menceritakan “Rest area dan SPBU di sepanjang jalur Solo - Jogja juga mengalami lonjakan pengunjung. Para pengendara memanfaatkan fasilitas ini untuk beristirahat, mengisi bahan bakar, atau menunggu hujan reda. Lonjakan pengunjung ini memberi dampak ekonomi positif bagi pedagang lokal, namun juga menimbulkan tantangan pengelolaan sampah dan kebersihan. Ada baiknya petugas kebersihan ditambah di beberapa titik, sementara pengelola rest area memasang imbauan agar pengunjung menjaga kebersihan.” jelasnya.
Lebih lanjut dipaparkan “Di Candi Prambanan dan pusat kota Yogyakarta, pengelola menerapkan pembatasan kapasitas dan menambah petugas parkir untuk mengatur arus kendaraan. Parkir liar yang menumpuk di bahu jalan juga menjadi masalah di beberapa ruas karena mempersempit lajur dan memperlambat arus. Penertiban parkir liar sebaiknya dilakukan secara berkala, dan kendaraan yang parkir sembarangan berisiko diderek atau dikenai sanksi.” paparnya.
Disisi lain pihak kepolisian juga menghimbau pengendara untuk memprioritaskan keselamatan. Beberapa himbauan penting meliputi menjaga jarak aman antar kendaraan, menurunkan kecepatan saat hujan, menggunakan lampu utama, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Pengemudi yang lelah dianjurkan beristirahat di rest area untuk menghindari kecelakaan akibat mengantuk. Bagi pengendara sepeda motor, penggunaan helm yang sesuai dan mantel pakaian pelindung sangat dianjurkan.
Koordinasi antar instansi terus ditingkatkan untuk merespons dinamika arus lalu lintas. Dinas perhubungan, kepolisian, dan pengelola jalan tol berkomunikasi secara intensif untuk menyesuaikan pengaturan lalu lintas, memasang rambu sementara, dan mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas. Informasi kondisi jalan juga disebarkan melalui media sosial dan aplikasi navigasi agar pengendara dapat memilih rute alternatif yang lebih lancar.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya perencanaan perjalanan bagi masyarakat. Memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, memastikan bahan bakar cukup, serta menyiapkan dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM dapat mengurangi potensi gangguan di jalan. Perusahaan angkutan barang juga diimbau mematuhi aturan jam kerja sopir untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat kelelahan.
Meski tantangan masih ada, kerja sama antara petugas, relawan, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran arus mudik dan wisata. Sikap sabar, tertib, dan saling menghormati di jalan dapat mengurangi resiko insiden dan membuat perjalanan lebih nyaman bagi semua pihak. Liburan adalah momen berkumpul dan bersyukur, namun keselamatan di jalan harus tetap menjadi prioritas utama.
Dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan yang baik serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, diharapkan lonjakan arus selama masa liburan Natal dan tahun baru ini dapat dikelola dengan lebih baik. Masyarakat diimbau tetap waspada, merencanakan perjalanan dengan matang, dan selalu mengutamakan keselamatan demi terciptanya perjalanan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh pemudik dan wisatawan.
( Pitut Saputra )
