Perbaikan PJU di Ruas Solo–Jogja Menjelang Tahun Baru
Klaten, Koranjateng.com - Menjelang libur akhir tahun, Pemerintah Kabupaten bersama instansi terkait mulai melakukan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik sepanjang ruas Solo–Jogja. Upaya ini bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan bagian dari strategi keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas yang harus diprioritaskan ketika intensitas kendaraan meningkat. Perbaikan meliputi penggantian lampu mati, perbaikan tiang yang korosi atau keropos, serta penggantian total unit tiang lampu yang sudah menua dan berpotensi membahayakan pengguna jalan (16/12/2025).
PJU berperan penting dalam meningkatkan visibilitas pengendara pada malam hari. Lampu jalan yang berfungsi baik membantu pengemudi mengenali marka jalan, rambu, dan potensi bahaya di sekitarnya. Di ruas yang padat seperti Solo–Jogja, terutama saat musim liburan, gangguan penerangan dapat memperbesar risiko kecelakaan, menimbulkan kebingungan arus, dan memperlambat respons darurat. Oleh karena itu, perbaikan yang menyasar tiang keropos dan unit lampu tua merupakan langkah preventif yang krusial untuk mengurangi insiden dan menjaga kelancaran lalu lintas.
Tim perbaikan, termasuk Dinas Perhubungan dan tim teknis dari Pemkab, melakukan beberapa tahapan kerja yang sistematis. Pertama, dilakukan inspeksi untuk mengidentifikasi titik prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan frekuensi gangguan. Kedua, dilakukan penggantian lampu dengan unit yang lebih efisien dan tahan lama, sekaligus memperbaiki atau mengganti tiang yang mengalami korosi. Ketiga, saat pengerjaan berlangsung, petugas menyiapkan pengaturan lalu lintas sementara agar proses perbaikan tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Semua langkah ini dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan, termasuk pemasangan rambu kerja dan pembatas sementara.
Perbaikan PJU membawa manfaat langsung dan jangka panjang. Secara langsung, peningkatan pencahayaan mengurangi titik buta di malam hari sehingga pengemudi dapat bereaksi lebih cepat terhadap kondisi jalan. Secara tidak langsung, perbaikan ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas infrastruktur publik dan mendorong perilaku berkendara yang lebih aman. Selain itu, penggantian lampu ke unit yang lebih hemat energi juga berkontribusi pada efisiensi anggaran operasional dan pengurangan emisi listrik, sehingga ada manfaat lingkungan dan ekonomi yang menyertai program ini.
Keberhasilan program perbaikan PJU tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan titik-titik bermasalah. Pemkab mengimbau warga yang menemukan tiang PJU berpotensi bahaya, lampu mati, atau kondisi lain yang mengancam keselamatan untuk segera melapor melalui aplikasi resmi seperti LaporBup. Pelaporan publik membantu petugas memetakan lokasi prioritas dan menindaklanjuti perbaikan dengan lebih cepat. Kolaborasi ini menegaskan bahwa keselamatan jalan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, penegak aturan, dan masyarakat.
Pengendara juga memiliki peran penting saat melewati lokasi perbaikan. Beberapa etika dan langkah keselamatan yang perlu diperhatikan antara lain: kurangi kecepatan saat mendekati area kerja, ikuti petunjuk petugas dan rambu sementara, hidupkan lampu kendaraan untuk meningkatkan visibilitas, serta jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Hindari penggunaan ponsel saat berkendara di sekitar lokasi perbaikan untuk mengurangi risiko gangguan konsentrasi. Kepatuhan terhadap aturan sederhana ini dapat mencegah kecelakaan dan memperlancar proses perbaikan.
Dimas salah seorang pengguna jalan menyambut baik perhatian Pemkab dan instansi terkait yang mulai memperbaiki PJU, mengingat ruas Solo–Jogja adalah jalur cepat yang rawan kecelakaan, terlebih di saat cuaca dan musim yang tak menentu seperti sekarang, pergantian tiang lama yang keropos sangat penting untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, selain itu rambu dan disiplin lalu lintas juga harus lebih diperhatikan mengingat jalur ini termasuk dalam kota sehingga kendaraan besar seperti truk muatan sebaiknya tidak melintas di jalur kota yang padat, dan pengalihan ke jalan lingkar Delanggu selain mengurangi kepadatan juga meminimalisir kerusakan jalan yang memang bukan untuk truk muatan berat, ujarnya.
Meskipun perbaikan sedang dikebut, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Pertama, koordinasi antar instansi harus terus diperkuat agar pengerjaan tidak tumpang tindih dan sumber daya digunakan efisien. Kedua, pemeliharaan berkala perlu dijadwalkan agar masalah serupa tidak berulang setiap musim liburan. Ketiga, penggunaan teknologi seperti lampu LED hemat energi dan sistem monitoring jarak jauh dapat meningkatkan respons terhadap gangguan dan menurunkan biaya operasional. Rekomendasi ini menekankan pentingnya pendekatan proaktif dan berkelanjutan dalam pengelolaan PJU.
Perbaikan PJU di ruas Solo–Jogja menjelang tahun baru adalah langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan akses jalan yang terang dan aman, sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui pelaporan dan kepatuhan berlalu lintas. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, instansi teknis, dan warga, diharapkan arus lalu lintas selama liburan dapat berjalan lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, mari jaga bersama demi perjalanan yang aman dan nyaman.
( Pitut Saputra )
