Umur Lebih dari Seabad, Nasrudin Belum Tersentuh Bantuan Rutin. Pemdes Tidur?
Kebumen, Koranjateng.com - Potret memprihatinkan datang dari Desa Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Seorang warga lanjut usia bernama Nasrudin, yang disebut telah berumur lebih dari seratus tahun, hingga kini belum tersentuh bantuan sosial rutin dari pemerintah setempat, (22/3/2026)
Di usia yang sangat renta, Nasrudin diketahui sudah tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini menjadi sorotan, mengingat berbagai program bantuan sosial dari pemerintah saat ini terus digulirkan untuk masyarakat kurang mampu, khususnya kalangan lanjut usia.
Meski demikian, Nasrudin sebelumnya pernah menerima bantuan berupa kursi roda dari Dinas Sosial Kabupaten Kebumen. Bantuan tersebut membantu mobilitasnya, namun dinilai belum cukup untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari secara berkelanjutan.
Keluarga Nasrudin, melalui cucunya, juga telah mengajukan permohonan agar sang kakek bisa mendapatkan bantuan sosial secara rutin. Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah desa maupun instansi terkait, mengingat kondisi Nasrudin yang sangat membutuhkan dukungan.
“Harapannya Mbah Nasrudin bisa mendapatkan bantuan rutin. Apalagi sekarang banyak program pemerintah untuk masyarakat kurang mampu,” ujar keluarga.
Namun hingga saat ini, bantuan yang diharapkan belum juga terealisasi. Ironisnya, dalam urusan administratif desa,
Nasrudin masih tercatat aktif dan tetap menerima undangan saat agenda seperti pemilihan kepala desa (pilkades) berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, warga dan keluarga berharap pemerintah desa serta pihak terkait segera melakukan pendataan ulang dan verifikasi agar bantuan dapat tepat sasaran.
Masyarakat memohon agar kondisi ini segera disikapi dan mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, karena Nasrudin dinilai sangat layak untuk menerima bantuan sosial secara rutin.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perhatian berkelanjutan sangat dibutuhkan, terutama bagi warga lansia yang hidup dalam keterbatasan, agar tidak ada lagi yang terabaikan di usia senja mereka.
(Suroyo)

