Maksum Sodiq, Wakil Rakyat Dari Partai Gerindra yang Mati-matian Bela Pedagang Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun


 

Kebumen, Koranjateng.com – Sosok anggota DPRD Kabupaten Kebumen dari Fraksi Partai Gerindra, Maksum Sodiq, kembali mencuri perhatian publik. Pria kelahiran 27 April 1977 ini dikenal sebagai wakil rakyat yang tak segan “berpeluh-peluh” turun langsung membela kepentingan masyarakat kecil, khususnya warga Desa Ungaran, Kecamatan Kutowinangun, yang kini terancam kehilangan mata pencaharian.

Ancaman tersebut muncul menyusul rencana pembongkaran kios-kios milik warga yang diduga dipaksakan oleh kepala desa setempat dengan dalih pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Padahal, kios-kios tersebut bukan bangunan liar, melainkan dibangun dari uang rakyat sendiri sejak awal tahun 2000-an dan selama ini menjadi sumber penghidupan puluhan kepala keluarga.

Melihat kondisi itu, Maksum Sodiq sejak awal tampil paling vokal menyuarakan penolakan atas kebijakan yang dinilai arogan dan cenderung bersifat sepihak. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh mengorbankan rakyatnya sendiri.

“Pembangunan itu untuk mensejahterakan rakyat, bukan mematikan usaha mereka. Kalau ada opsi lokasi lain yang sama strategisnya, kenapa harus kios warga yang dibongkar?” tegas Sodiq

Menurutnya, alasan pembangunan koperasi tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menggusur kios-kios yang telah puluhan tahun berdiri dan menjadi urat nadi ekonomi warga. Ia menyebut, masih banyak lahan atau titik lain di Desa Ungaran yang bisa dimanfaatkan tanpa harus menciptakan konflik sosial dan keresahan masyarakat.

Sikap tegas Maksum Sodiq ini menuai apresiasi dari para pedagang dan warga setempat. Mereka menilai kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi angin segar di tengah ketakutan kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan yang dinilai tidak berkeadilan.

Sebagai legislator, Maksum Sodiq juga mengingatkan bahwa kepala desa seharusnya mengedepankan musyawarah, transparansi, dan keberpihakan pada rakyat, bukan justru memaksakan kehendak dengan gaya kepemimpinan yang dinilai warga cenderung diktator.

Perjuangan Maksum Sodiq dalam kasus Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun menegaskan citranya sebagai wakil rakyat yang tidak hanya duduk di balik meja, tetapi hadir langsung di tengah persoalan rakyat. Bagi masyarakat Ungaran, ia bukan sekadar anggota DPRD, melainkan penyambung lidah rakyat kecil yang berani berdiri di barisan paling depan ketika hak-hak mereka terancam.


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today