Perbaikan Setengah Hati? Proyek Aspal Desa Arjowinangun, Kecamatan Buluspesantren Disorot Warga
Kebumen, Koranjateng.com – Buruknya kualitas pengerjaan proyek jalan aspal di Desa Arjowinangun, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang semula dikeluhkan warga karena hasilnya dinilai asal jadi, baru mendapat perhatian serius setelah viral di media sosial.
Sejumlah warga menyebutkan, sebelum ramai diperbincangkan, kondisi jalan aspal tersebut sudah menunjukkan banyak kejanggalan. Lapisan aspal terlihat tipis, permukaan tidak rata, serta mudah terkelupas di beberapa titik. Kondisi ini jelas jauh dari harapan masyarakat yang menginginkan infrastruktur jalan yang kuat dan tahan lama.
Ironisnya, setelah viral dan mendapat tekanan publik, perbaikan memang dilakukan. Namun, perbaikan tersebut justru kembali menuai kritik. Pasalnya, proses pemadatan aspal hanya menggunakan stamper kecil, bukan alat berat seperti tandem roller atau vibro roller yang lazim digunakan dalam pekerjaan pengaspalan sesuai standar teknis.
“Kalau hanya pakai stamper kecil, hasilnya pasti tidak maksimal. Ini terkesan hanya formalitas agar terlihat sudah diperbaiki,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, langkah perbaikan tersebut diduga hanya setengah hati dan tidak menyentuh akar persoalan kualitas pekerjaan. Mereka khawatir, dalam waktu dekat aspal kembali rusak dan anggaran yang telah digelontorkan menjadi sia-sia.
Sorotan juga diarahkan pada pihak pelaksana proyek dan pengawas lapangan.
Masyarakat mempertanyakan fungsi pengawasan sejak awal pelaksanaan hingga tahap perbaikan. Seharusnya, setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis agar hasilnya berkualitas dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai alasan penggunaan alat yang dinilai tidak sesuai standar dalam proses perbaikan tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat pengawas turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan pelanggaran.
Kasus proyek aspal Desa Arjowinangun ini kembali menegaskan pentingnya transparansi, pengawasan ketat, dan profesionalisme dalam setiap proyek infrastruktur, agar uang rakyat benar-benar digunakan untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat.
(Puspo Lukito)
