Anggaran Jumbo Proyek Greenhouse Desa Kalitengah Kecamatan Gombong Tuai Sorotan Warga. Keberhasilannya Masih Abu-abu
Kebumen, Koranjateng.com – Program ketahanan pangan melalui pembangunan proyek greenhouse di Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, menuai sorotan dari sejumlah warga. Pasalnya, anggaran yang digelontorkan pemerintah desa untuk proyek tersebut terbilang fantastis, mencapai sekitar Rp270 juta.
Berdasarkan keterangan Ketua BUMDes Desa Kalitengah, anggaran ratusan juta rupiah tersebut dialokasikan ke beberapa pos. Diantaranya sebesar Rp17,5 juta digunakan untuk biaya sewa tanah milik warga selama lima tahun.
Selain itu, sekitar Rp130 jutaan dialokasikan untuk pembangunan fisik greenhouse, seperti pembelian baja ringan yang digunakan sebagai rangka utama bangunan. Sementara sisa anggaran lainnya, menurut pengakuan Ketua BUMDes, digunakan untuk pembelian bibit melon serta kebutuhan operasional proyek budidaya melon dengan konsep greenhouse.
Proyek ini diklaim sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan desa. Namun, besarnya anggaran tersebut justru memunculkan tanda tanya dan kecurigaan di kalangan warga.
Sejumlah masyarakat menilai nominal Rp270 juta terlalu besar untuk sebuah proyek greenhouse di tingkat desa, terlebih dengan hasil dan keberhasilan program yang belum dapat dibuktikan secara nyata. Menanggapi keraguan masyarakat, Ketua BUMDes Desa Kalitengah menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja secara sembarangan.
Ia mengaku telah melibatkan semacam tim ahli yang memiliki kompetensi di bidang greenhouse dan budidaya tanaman dengan sistem greenhouse, guna memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan dan mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi desa. Meski demikian, warga berharap agar pengelolaan proyek greenhouse tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Mereka juga meminta pemerintah desa dan BUMDes membuka ruang pengawasan publik agar program ketahanan pangan yang menyedot anggaran besar tersebut benar-benar memberikan dampak positif, bukan justru menimbulkan persoalan di kemudian hari.
(Puspo Lukito)

