Pak Mansa dari KPU Lamongan Sampaikan Pesan Mengharukan di Hari Guru Nasional 2025
Lamongan,KoranJateng.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan menonjolkan penghargaan mendalam terhadap jasa para pendidik. Dalam momentum ini, salah satu pejabat KPU, Pak Mansa, menyampaikan pesan reflektif yang mendapat perhatian luas karena kedalaman maknanya.
Dalam poster resmi Divisi Hukum dan Pengawasan, sosok Pak Mansa tampak memberikan gestur penuh optimisme. Poster itu memuat pesan: “Ilmu yang bermanfaat tak akan ada tanpa jasa seorang guru.”
Pak Mansa: “Guru adalah cahaya yang membangunkan bangsa dari gelap ketidaktahuan.”
Dalam pernyataan resminya, Pak Mansa memberikan penghormatan yang sangat kuat terhadap para guru yang ia sebut sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Guru adalah cahaya yang membangunkan bangsa dari gelap ketidaktahuan. Mereka bukan hanya mengajar, tapi membentuk manusia. Apa yang kita capai hari ini adalah buah dari kesabaran mereka,” ujar Pak Mansa.
Ia mengingatkan bahwa hampir seluruh nilai kehidupan—mulai dari karakter, pemikiran jernih, sampai kemampuan mengenali kebenaran—semua bermula dari pendidikan yang diberikan oleh guru-guru di sekolah maupun guru kehidupan.
“Setiap proses demokrasi membutuhkan rakyat yang sadar, cerdas, dan kritis. Dan itu tidak mungkin ada tanpa sentuhan para pendidik,” tambahnya.
KPU Lamongan Tegaskan Sinergi Pendidikan dan Demokrasi
Menurut KPU Lamongan, pendidikan memiliki hubungan erat dengan kualitas demokrasi. Program literasi kepemiluan bagi pemilih pemula, edukasi media sosial, serta pelatihan etika berdemokrasi disebut akan terus ditingkatkan.
Pak Mansa menegaskan bahwa KPU tidak hanya bekerja untuk pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memperkuat pendidikan politik masyarakat.
Menghormati Guru Sepanjang Waktu
Dalam momentum Hari Guru Nasional 2025 ini, Pak Mansa menekankan bahwa penghargaan terhadap guru tidak boleh berhenti pada satu hari peringatan.
“Pengabdian guru sering tak terlihat, tapi dampaknya dirasakan seumur hidup. Menghormati mereka adalah kewajiban yang tidak boleh ditunda.”
Ia menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat menjaga semangat para guru agar tetap menyala untuk generasi-generasi berikutnya.
Sunariyanto
