Warga Babadsari Murka dengan Proyek Pengaspalan Jalan Desa yang Diduga Tak Sesuai Spek, Jawaban DPU Kebumen Justru Memantik Amarah
Kebumen, Koranjateng.com — Ketidakpuasan warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, terhadap proyek pengaspalan jalan desa kembali memuncak. Proyek yang dikerjakan pada Oktober–November itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga hasilnya cepat rusak meski usia pengerjaan belum genap satu bulan. Kondisi jalan yang retak, berlubang, hingga pengelupasan lapisan aspal membuat warga geram dan mempertanyakan kualitas pekerjaan kontraktor.
Kemarahan warga semakin memuncak saat audiensi bersama pihak kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kebumen digelar di Balaidesa Babadsari. Dalam pertemuan tersebut, warga menilai perwakilan kontraktor tidak mampu memberikan penjelasan teknis yang memadai terkait pengerjaan proyek. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan dilakukan asal-asalan dan tidak mengikuti prosedur standar.
Namun yang paling memancing amarah warga adalah jawaban dari pihak DPU Kebumen. Alih-alih memberikan penjelasan teknis dan solusi, pihak dinas justru menyalahkan faktor hujan serta keberadaan pohon di pinggir jalan sebagai penyebab cepatnya kerusakan. Pernyataan tersebut dinilai tidak masuk akal oleh warga, mengingat proyek serupa di wilayah lain yang juga berada di kondisi geografis sama tetap bertahan lebih lama.
“Jangan-jangan hujan dan pohon hanya dijadikan alasan untuk menutupi buruknya kualitas pengerjaan,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Warga Babadsari menegaskan bahwa anggaran untuk pembangunan jalan berasal dari uang negara yang semestinya digunakan dengan penuh tanggung jawab. Mereka mendesak pemerintah desa, kontraktor, dan DPU untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta memperbaiki kerusakan sesuai dengan standar yang seharusnya.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mendorong agar pemerintah Kabupaten Kebumen turun langsung memeriksa proyek ini dan memastikan tidak ada unsur kelalaian maupun penyimpangan. Jika tidak ada tindakan tegas, warga berencana mengajukan protes lanjutan sebagai bentuk kekecewaan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindak lanjut konkret dari pihak terkait. Mereka berharap jalan Babadsari–Ungaran dapat diperbaiki ulang dengan kualitas yang layak, sehingga bisa digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.
(Puspo Lukito)

