Peddal Kamtibmas DDS Sobo Kampung: Mas Bhabin Hadir dari Warung ke Warung, Menjaga Desa dengan Cara Berbeda
Lamongan, Koranjateng.com - Pagi hari menjelang siang di Desa Sidomukti tak hanya diisi aroma kopi dan obrolan ringan warga. Di salah satu sudut desa, suasana hangat itu berubah menjadi ruang edukasi dan kepedulian ketika Aipda Nanang Sumantri, S.H., yang akrab disapa Mas Bhabin atau "Abang Uman Wonge Negoro' menyapa warga melalui kegiatan PEDDAL KAMTIBMAS DDS Sobo Kampung.(26/12/2025)
Tanpa podium, tanpa jarak, Mas Bhabin memilih duduk sejajar dengan masyarakat. Warung kopi, teras rumah, hingga pos ronda menjadi “kantor” sementara untuk berdialog langsung dengan warga. Inilah wajah lain kepolisian—humanis, membumi, dan penuh keakraban.
Kegiatan PEDDAL KAMTIBMAS (Patroli Edukasi Dialogis, Deteksi Dini, dan Analisa Loyalitas) yang dipadukan dengan DDS (Door to Door System) Sobo Kampung menjadi sarana efektif membaca denyut kehidupan masyarakat. Dari obrolan santai itulah, berbagai informasi penting, potensi gangguan kamtibmas, hingga keluhan warga berhasil dihimpun sejak dini.
Tak sekadar mendengar, Mas Bhabin juga aktif memberikan edukasi. Pesan-pesan kamtibmas disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Warga diingatkan untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar, menghidupkan kembali budaya gotong royong, serta tidak ragu menghubungi Call Center 110 Polri jika terjadi gangguan keamanan atau keadaan darurat.
“Keamanan bukan hanya urusan polisi, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mas Bhabin di sela dialog. Kalimat sederhana itu disambut anggukan dan senyum warga, menandakan tumbuhnya rasa percaya.
Kehadiran Mas Bhabin melalui DDS Sobo Kampung bukan hanya mencegah kejahatan, tetapi juga merawat hubungan sosial. Warga merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan. Dari sinilah keamanan dibangun—bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kedekatan.
Melalui PEDDAL KAMTIBMAS DDS Sobo Kampung, Polri membuktikan bahwa menjaga desa tidak selalu harus dengan sirene dan seragam kaku. Cukup dengan hadir, menyapa, dan peduli—karena dari desa yang aman, lahirlah negeri yang damai.
(Lilik Rohmawati)
