Sorotan Kritis: Wajah Kontradiktif Penataan Ruang Publik Lamongan


Lamongan, Koranjateng.com - Situasi di Jalan Laras Liris, tepat di kawasan vital belakang Masjid Agung Lamongan, kini bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan sebuah studi kasus yang gamblang mengenai ketidaksinambungan kebijakan Pemerintah Daerah Lamongan. Fokus perbincangan khalayak saat ini terpusat pada fenomena pedagang kaki lima (PKL) yang keberadaannya secara struktural menyempitkan fungsi jalan.


Yang memperparah kondisi tata ruang adalah keputusan otoritas terkait dalam mengelola area parkir. Penempatan titik parkir yang tampak sporadis dan terlalu dekat dengan lapak pedagang menciptakan tumpang tindih kepentingan yang secara langsung mengorbankan kelancaran lalu lintas. Jalan yang seharusnya menjadi koridor utama justru berubah menjadi labirin kemacetan yang permanen.


Menyikapi keadaan ini, muncul pertanyaan mendasar dari masyarakat tentang konsistensi penegakan aturan. Publik mencermati adanya disparitas perlakuan yang mencolok. Di satu sisi, penertiban dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi terhadap pedagang yang melanggar hak pejalan kaki di trotoar. Di sisi lain, pedagang yang memanfaatkan bahu jalan — suatu pelanggaran yang sama-sama berpotensi mengganggu fungsi publik dan keselamatan — di Jalan Laras Liris ini justru terkesan mendapat toleransi, bahkan dituding dipelihara.


Ini memunculkan sebuah ironi kebijakan yang harus dipertanyakan. Bagaimana kerangka tata kelola kota Lamongan bekerja jika penerapannya bersifat selektif dan cenderung bias? Apakah Pemerintah Daerah mempraktikkan standar ganda, di mana kebijakan tegas hanya berlaku di area tertentu, sementara di area lain, gangguan publik diabaikan atas nama kompromi yang tidak jelas? Kebijakan seperti ini bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap prinsip keadilan dan ketegasan pemerintah. Patut dipertanyakan, apakah Pemda Lamongan akan terus bersikap abai dan membiarkan ketidakadilan spasial ini berlarut-larut di depan mata mereka?



Sunariyanto

Next Post Previous Post

Hot News Today