Diduga Galian Tanah Desa Sadang Kulon Merugikan Warga, Rumah Terancam Longsor dan Lingkungan Rusak


 Kebumen, Koranjateng.com – Aktivitas galian tanah yang diduga berlangsung tanpa kajian lingkungan memadai menuai keresahan warga. Masyarakat sekitar lokasi galian mengaku khawatir akan dampak serius terhadap keselamatan rumah mereka, yang kini terancam longsor akibat perubahan struktur tanah.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tebing tanah di sekitar permukiman warga tampak curam dan rawan runtuh. Beberapa rumah berada sangat dekat dengan area galian, bahkan jaraknya hanya beberapa meter dari bibir tanah yang telah dikeruk. Warga menilai aktivitas tersebut dilakukan secara serampangan dan mengabaikan aspek keselamatan lingkungan.

“Setiap hujan turun, kami selalu was-was. Tanah di belakang rumah sudah retak-retak, takutnya tiba-tiba longsor dan menimpa rumah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, (14/01/2026).

Tak hanya mengancam keselamatan, galian tanah tersebut juga diduga merugikan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Debu beterbangan, jalan desa rusak akibat lalu lalang truk pengangkut tanah, serta suara bising yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Ironisnya, warga mengaku belum pernah mendapat penjelasan resmi terkait perizinan galian tersebut. Mereka mempertanyakan apakah aktivitas itu telah mengantongi izin lengkap, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) atau dokumen UKL-UPL.

“Kami tidak pernah diajak musyawarah. Tahu-tahu tanah digali, alat berat masuk, dan dampaknya kami yang menanggung,” keluh warga lainnya.

Kondisi ini memantik desakan agar pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan. Warga meminta dilakukan penghentian sementara aktivitas galian hingga ada kejelasan hukum dan jaminan keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Pengamat lingkungan menilai, aktivitas galian tanah tanpa pengawasan ketat berpotensi menimbulkan bencana ekologis. Longsor, kerusakan lahan, hingga konflik sosial kerap menjadi dampak lanjutan jika kepentingan masyarakat diabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola galian maupun pemerintah setempat belum memberikan keterangan resmi. Warga berharap aparat berwenang segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi sebelum terjadi bencana yang tidak diinginkan.


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today