Wujud Proyek Jalan Aspal Desa Kretek, Kecamatan Rowokele Hancur Dalam Hitungan Hari. Diduga Digarap Oleh Suami Anggota Dewan Partai PKS Kebumen


Kebumen, Koranjateng.com – Proyek pengaspalan jalan di Desa Kretek, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov) Tahun 2025 dengan total anggaran sekitar Rp200 juta, kini menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, jalan sepanjang 379 meter tersebut dilaporkan rusak parah meski baru selesai dikerjakan dan belum lama dimanfaatkan warga.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan kondisi jalan jauh dari kata layak. Lapisan aspal tampak sangat tipis, mudah mengelupas di berbagai titik, bahkan di beberapa bagian sudah terlihat kerikil dan tanah dasar. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan dari uang rakyat.

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan hasil proyek yang diharapkan menjadi akses penunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat desa. Mereka menilai pengerjaan proyek terkesan asal jadi dan tidak mengindahkan spesifikasi teknis yang seharusnya menjadi standar pekerjaan infrastruktur.


“Baru sebentar sudah rusak. Kalau anggarannya sampai ratusan juta, seharusnya hasilnya tidak seperti ini,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya soal kualitas pekerjaan, proyek ini juga diselimuti dugaan konflik kepentingan. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pihak pelaksana proyek diduga memiliki kedekatan hubungan keluarga dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Kebumen. Dugaan tersebut menimbulkan kecurigaan adanya lemahnya pengawasan dan potensi keberpihakan dalam pelaksanaan proyek aspirasi.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak DPRD maupun pelaksana proyek, meski upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media. Sikap bungkam ini justru memicu spekulasi dan memperbesar pertanyaan publik terkait transparansi penggunaan anggaran.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai akuntabilitas, pengawasan, serta komitmen pemerintah desa dan pihak terkait dalam menjaga kualitas proyek yang bersumber dari dana publik. Warga menilai, jika benar terjadi kelalaian dalam pengerjaan, maka hal tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Atas kondisi ini, masyarakat Desa Kretek mendesak Inspektorat Kabupaten Kebumen dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera turun ke lapangan melakukan audit menyeluruh. Audit tersebut diharapkan mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari perencanaan, penunjukan pelaksana, pelaksanaan pekerjaan, hingga kesesuaian volume dan kualitas aspal dengan anggaran yang telah dicairkan.

Warga menegaskan, proyek yang bersumber dari uang rakyat tidak boleh dijadikan ajang kepentingan kelompok tertentu. Mereka berharap aparat pengawas dan penegak hukum tidak tutup mata agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kalau dibiarkan, yang rugi tetap masyarakat. Kami hanya ingin jalan yang layak, sesuai dengan anggaran yang sudah dikeluarkan,” tegas warga lainnya.

(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today