Beredar Rumor Dugaan Akan Adanya Demo Warga Babadsari, Terhadap Proyek Jalan Desa Yang Diduga Dibangun Secara Asal-asalan
Kebumen, Koranjateng.com – Aroma ketidakpuasan warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, semakin terasa kuat. Rumor mengenai rencana aksi demonstrasi mulai beredar dari mulut ke mulut maupun grup percakapan warga, buntut dari kekecewaan terhadap kualitas pembangunan jalan desa yang diduga dikerjakan secara asal-asalan.
Proyek yang baru berjalan beberapa waktu terakhir itu menuai sorotan tajam setelah sejumlah warga menemukan banyak kejanggalan dalam pengerjaannya. Mulai dari permukaan jalan yang tidak rata, material yang dinilai kurang sesuai, hingga beberapa bagian yang mulai mengalami kerusakan.
Kondisi ini membuat sebagian warga merasa kecewa dan tidak puas, lantaran pembangunan jalan tersebut sangat diharapkan menjadi akses yang layak untuk mendukung mobilitas serta perekonomian masyarakat.
“Warga sudah lama menunggu pembangunan jalan ini. Tapi kalau hasilnya seperti ini, wajar kalau banyak yang marah,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Rumor mengenai rencana aksi unjuk rasa mulai muncul sejak akhir pekan lalu, setelah beberapa tokoh masyarakat dikabarkan mengadakan pertemuan informal untuk membahas langkah-langkah yang perlu diambil. Meski belum ada pernyataan resmi, kabar rencana demo semakin menguat di tengah kegelisahan warga.
Sumber internal warga menyebutkan bahwa aksi tersebut nantinya akan ditujukan untuk mendesak pemerintah desa, kecamatan, maupun pihak pelaksana proyek agar memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar.
“Kami hanya ingin pembangunan yang benar. Kalau memang ada yang tidak beres, harus diperbaiki. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma,” ujar seorang warga lainnya yang mendukung adanya pengawasan lebih ketat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa Babadsari maupun pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi terkait rumor aksi demonstrasi tersebut. Sementara itu, sejumlah warga berharap pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan evaluasi lapangan sebelum situasi semakin memanas.
Rumor aksi demo ini menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin kritis terhadap kualitas pembangunan desa. Mereka menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal seremonial dan laporan selesai, namun harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
(Puspo Lukito)

