Proyek Aspal Babadsari Diduga 'Markup', Kualitas Jalan Dikeluhkan Warga


Kebumen, Koranjateng.com - Proyek rehabilitasi jalan desa RW 03 di Babadsari, Kutowinangun, Kebumen, yang menelan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 sebesar Rp 111.852.150 menuai sorotan tajam. 

Warga setempat menduga terjadi markup anggaran karena pekerjaan yang dilakukan disinyalir hanya sebatas penambalan, bukan pembangunan jalan baru seperti yang dianggarkan.

Warga mengklaim pengerjaan hanya menambal lubang lama, namun anggaran yang dikeluarkan fantastis, seolah-olah membangun jalan baru. Parahnya, usai pengerjaan, warga menyebut kualitas jalan justru buruk dan bergelombang.

"Padahal pekerjaan di situ hanya dilakukan penambalan saja, tapi anggarannya seperti membuat jalan baru. Sangat jelas sekali dana itu di-markup," ungkap seorang warga berinisial A. 

Kecurigaan Anggaran dan Kualitas

Kecurigaan ini diperkuat oleh analisis seorang ahli teknis pengaspalan berinisial O. Ia menghitung, dengan nilai anggaran tersebut, pekerjaan seharusnyamenggunakan sekitar 22 drum aspal dengan perkiraan biaya material aspal saja mencapai Rp 50 jutaan (termasuk pajak).

ON menyarankan agar pihak desa menjelaskan secara rinci jenis proyek, panjang, lebar, dan jumlah drum aspal yang benar-benar digunakan untuk memastikan kebenaran dugaan markup tersebut.

Keterangan Pihak Desa dan Pelaksana

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa (Sekdes) Babadsari, RD, membenarkan proyek bersumber dari DD 2025, namun mengaku tidak mengetahui detail teknis pengerjaan, jumlah aspal, atau urusan dengan pihak ketiga. Kepala Desa (Kades) Slamet Widiyanto, disebut tidak berada di kantor.

Sementara itu, pihak ketiga pelaksana proyek berinisial TL membenarkan mengerjakan proyek lapen di RW 03 tersebut. Ia mengklaim pekerjaan memakan waktu sekitar 10 hari dan menggunakan 22 drum aspal tanpa sisa, serta membantah adanya bagi hasil dengan Pemerintah Desa.

Dugaan penyimpangan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi penggunaan Dana Desa dan kualitas hasil pekerjaan infrastruktur yang didanai oleh uang rakyat.

Pertanyaan Kritis:

Mengapa terjadi perbedaan signifikan antara pengakuan warga (hanya penambalan) dan pengakuan pelaksana (menghabiskan 22 drum aspal, yang mengindikasikan pekerjaan baru atau perbaikan total)

Bagaimana Pemerintah Desa Babadsari dapat membuktikan transparansi anggaran Rp 111 juta tersebut dan menanggapi keluhan warga mengenai kualitas jalan yang buruk


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today