Dugaan Kongkalikong Kades Babadsari dengan Kontraktor Terkait Proyek Pengaspalan Jalan Poros Desa Jadi Sorotan Warga
Kebumen, Koranjateng.com – Pekerjaan pengaspalan jalan poros Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, kembali memicu polemik. Sejumlah warga melayangkan dugaan adanya kongkalikong antara Kepala Desa Babadsari dan pihak kontraktor setelah menemukan kualitas pekerjaan yang dinilai sangat buruk dan cepat mengalami kerusakan.
Proyek yang digarap sejak Oktober lalu itu memang telah menjadi perhatian publik. Aspal yang mudah terkelupas, permukaan bergelombang, hingga beberapa titik yang kembali berlubang memunculkan tanda tanya besar dari masyarakat mengenai proses pengerjaannya.
Dugaan Peminjaman CV Munculkan Kecurigaan Tambahan
Menurut beberapa warga yang mengikuti perkembangan proyek, terdapat dugaan bahwa kegiatan pengaspalan tersebut dikerjakan oleh pihak yang bukan pemilik resmi CV kontraktor. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa CV yang tercatat sebagai pelaksana hanyalah dipinjam namanya, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan oleh pihak lain yang tidak sesuai dokumen administrasi.
Warga menduga Kepala Desa Babadsari mengetahui praktik peminjaman CV tersebut. Kecurigaan itu semakin menguat setelah perwakilan kontraktor yang hadir saat audiensi dengan warga beberapa waktu lalu dinilai tidak mampu memberikan penjelasan teknis maupun administrasi secara jelas.
“Yang datang waktu audiensi seperti nggak paham pekerjaannya sendiri. Jawaban-jawabannya muter-muter,” ungkap salah satu warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Kualitas Proyek Dipertanyakan, Warga Minta Transparansi
Kerusakan dini pada badan jalan yang seharusnya menjadi akses vital antardesa membuat warga semakin tidak puas. Mereka menilai proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.
“Baru beberapa minggu selesai, tapi sudah seperti itu. Kami jadi mempertanyakan proses pengerjaannya dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab,” ujar warga lainnya.
Masyarakat meminta Pemerintah Desa Babadsari, kontraktor, hingga pihak terkait dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kebumen memberikan penjelasan transparan mengenai:
mekanisme penunjukan kontraktor,
dugaan penggunaan CV pinjaman,
pengawasan pekerjaan di lapangan, serta
penyebab buruknya kualitas jalan.
Respons Pihak Desa dan Pemerintah Kabupaten Ditunggu
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kepala Desa Babadsari mengenai dugaan kongkalikong maupun dugaan peminjaman CV tersebut. Warga berharap dalam waktu dekat pihak desa dapat memberikan pernyataan terbuka untuk meredam berbagai spekulasi.
Dari pihak DPU Kabupaten Kebumen, masyarakat juga menunggu evaluasi terhadap proyek tersebut, terutama setelah sebelumnya sejumlah pejabat teknis dikritik karena dinilai memberikan penjelasan yang tidak memuaskan dengan menyalahkan faktor hujan dan pepohonan di sekitar jalan.
Warga Babadsari menyatakan akan terus mengawal proses ini sampai tuntas demi memastikan proyek jalan desa berjalan sesuai aturan dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Puspo Lukito)

