Rumor Pemborong Proyek Rabat Beton Sidomukti Dipecat, Publik Meradang: Fakta Atau Sandiwara Baru Kades Demang?


 Kebumen, Koranjateng.com – Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan, kembali diguncang isu panas. Rumor beredar cepat di tengah masyarakat bahwa pemborong proyek rabat beton yang diduga bermasalah akan dipecat dan diganti dengan pemborong baru. Namun yang menjadi pertanyaan besar warga adalah: benarkah ada pemecatan? Atau ini hanya sandiwara baru yang dirancang Kades Demang untuk menutupi kesalahan fatal dalam pengawasan proyek?

Proyek rabat beton yang sebelumnya dipersoalkan karena dugaan pengurangan material hingga ketebalan yang hanya sekitar 8 cm dari standar 15 cm, kini memunculkan babak baru drama pemerintahan desa. Warga mencium adanya kejanggalan di balik rumor pemecatan pemborong tersebut.

Warga: “Kalau bener dipecat, mana pengumumannya? Mana buktinya?”

Kades Demang Kembali Jadi Sorotan Tajam

Nama Kades Demang terus muncul dalam setiap isu yang menyelimuti proyek ini. Warga menilai bahwa sejak awal kualitas proyek sudah luput dari pengawasan pemerintah desa, dan rumor pemecatan pemborong ini justru semakin memperkeruh citra kepemimpinannya.

Di mata warga, Demang seolah lebih sibuk memadamkan api pemberitaan ketimbang memberikan penyelesaian nyata di lapangan.

“Rumor pergantian pemborong ini justru membuat kami bertanya-tanya: ini solusi atau trik? Jangan sampai publik dibohongi dengan skenario yang dibuat-buat,” tegas seorang warga Sidomukti.

Aksi Tutup Mulut atau Benar-Benar Ada Masalah Internal?

Warga menilai ada dua kemungkinan:

1. Pemborong memang dipecat, karena kualitas proyek buruk dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

2. Tidak ada pemecatan sama sekali, dan rumor ini hanya dilempar untuk meredam kritik—sebuah sandiwara politik tingkat desa.

Tanpa adanya penjelasan resmi, rumor tersebut justru menimbulkan dugaan-dugaan lebih liar:

Mulai dari ketidakterbukaan anggaran, permainan proyek, hingga upaya menyelamatkan muka pemerintah desa di tengah badai pemberitaan.

Inspektorat Diminta Turun, Bukan Sekadar Melihat Dari Jauh

Warga mendesak Inspektorat Kabupaten Kebumen untuk tidak sekadar menonton dari pinggir, tetapi turun langsung menelusuri kebenaran rumor dan memeriksa seluruh rangkaian proses proyek: dari perencanaan, pengawasan, hingga kualitas pekerjaan di lapangan.

“Jangan sampai ada drama susulan. Kalau ada kesalahan, ya tegur. Kalau ada manipulasi, ya tindak. Jangan sampai desa dijadikan panggung sandiwara,” tegas warga lainnya.


(Puspo Lukito)

Next Post Previous Post

Hot News Today