Persaudaraan Rajawali Emas Bongkar Dugaan Korupsi PT AUKJ, Inspektorat Kebumen Akui Banyak Kejanggalan
Kebumen, Koranjateng.com – Aroma dugaan korupsi kian menyengat dari tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Aneka Usaha Kebumen Jaya (PT AUKJ). Persaudaraan Rajawali Emas Kabupaten Kebumen secara terbuka membongkar dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut dalam audiensi bersama DPRD Kebumen, Kamis (22/1/2026).
Audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD Kebumen itu dipimpin Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman, didampingi Wakil Ketua DPRD Khalisha Adelia Aziza. Forum tersebut menjadi panggung terbukanya borok tata kelola BUMD yang selama ini dinilai tertutup dan jauh dari prinsip akuntabilitas.
Dalam pemaparannya, Persaudaraan Rajawali Emas menuding PT AUKJ dikelola secara serampangan dan sarat dugaan penyimpangan. Mereka menilai kondisi tersebut bukan sekadar kesalahan administrasi, melainkan berpotensi kuat merugikan keuangan daerah dan mencederai kepercayaan publik.
Audit tersebut dilakukan setelah tim pembina BUMD menemukan indikasi kuat ketidakberesan dalam pengelolaan perusahaan milik daerah tersebut.
“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengendalian internal serta pencatatan keuangan yang tidak sesuai ketentuan. Ini yang memicu munculnya potensi kerugian negara,” ungkap Amin tanpa menutup-nutupi.
Lebih jauh, Inspektorat menemukan ketidaksesuaian mencolok antara pencatatan aset dalam laporan keuangan dengan kondisi riil di lapangan. Selisih nilai aset tersebut hingga kini belum mampu dijelaskan oleh jajaran direksi PT AUKJ.
“Ada selisih yang berpotensi menjadi kerugian negara. Kami sudah meminta klarifikasi, namun sampai sekarang belum ada pertanggungjawaban yang bisa menjelaskan perbedaan pencatatan aset tersebut,” tegas Amin.
Tak berhenti di situ, Inspektorat juga mengamini adanya indikasi benturan kepentingan dalam pengelolaan PT AUKJ. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa persoalan PT AUKJ bukan masalah sepele, melainkan mencerminkan buruknya tata kelola BUMD.
Audiensi ini menjadi peringatan keras bagi pengelola PT AUKJ. Tekanan publik kian menguat, dan Persaudaraan Rajawali Emas menyatakan tidak akan berhenti mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum serta pertanggungjawaban yang nyata atas dugaan kerugian negara yang muncul.
(Ferdi Irawan, S.M.)

