Reformulasi Peta Kekuatan Ormas Di Kebumen: GRIB Jaya dan GMBI Resmi Berpisah Dari Rajawali Mas


 Kebumen, Koranjateng.com - Dinamika organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kebumen kembali mengalami perubahan signifikan. Dua organisasi besar, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), secara resmi menyatakan keluar dari Paguyuban Rajawali Mas.


Keputusan tersebut menjadi penanda lahirnya arah baru dalam konfigurasi gerakan sosial dan kelembagaan di Kebumen.


Deklarasi sikap itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC GRIB Jaya Kebumen, Muhammad Affandi, bersama Ketua DPD LSM GMBI Kebumen, Puput Yudha Prasetya. Keduanya hadir dalam agenda pernyataan resmi yang berlangsung tertib, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan.


Dalam penyampaiannya, kedua pimpinan organisasi menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil konsolidasi internal demi memperkuat independensi lembaga dalam menjalankan visi, fungsi sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.


Pandangan senada juga disampaikan jajaran pengurus tingkat kecamatan. Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Puring menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pendewasaan organisasi dalam menentukan arah perjuangan secara mandiri dan profesional.


Menurutnya, setiap organisasi memiliki hak serta kedaulatan penuh untuk menyusun langkah strategis sesuai kebutuhan masyarakat tanpa intervensi pihak lain.


Pasca-pemisahan dari Paguyuban Rajawali Mas, GRIB Jaya dan GMBI disebut akan lebih memfokuskan diri pada penguatan peran sosial, advokasi masyarakat, serta respons terhadap persoalan hukum dan kemasyarakatan yang berkembang di wilayah Kebumen.


Meski kerja sama formal telah berakhir, suasana deklarasi berlangsung kondusif tanpa adanya gesekan terbuka. Hubungan antarpersonal antaranggota tetap terlihat harmonis, mencerminkan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses komunikasi dan pertimbangan organisasi secara matang.


Secara sosial dan kelembagaan, langkah GRIB Jaya dan GMBI diperkirakan akan membawa perubahan dalam dinamika gerakan masyarakat sipil di Kebumen. Dengan basis massa yang tersebar di sejumlah kecamatan, publik kini menantikan arah kebijakan, program sosial, serta pola gerakan yang akan dibangun kedua organisasi secara mandiri.


Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Paguyuban Rajawali Mas masih belum memberikan keterangan resmi terkait keputusan dua organisasi tersebut.


Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran bahwa reorganisasi dan penataan ulang arah gerakan merupakan bagian yang wajar dalam dinamika organisasi kemasyarakatan, terutama dalam upaya meningkatkan efektivitas peran dan pelayanan kepada masyarakat.


(Ferdi Irawan, S.M.)

Next Post Previous Post