Modus Ganjal Mesin ATM Terjadi di SPBU Tradha Buluspesantren, Korban Pertanyakan Keamanan ATM Bank Mandiri
Kebumen, Koranjateng.com – Dugaan aksi kejahatan dengan modus mengganjal mesin ATM kembali terjadi di Kabupaten Kebumen. Kali ini peristiwa tersebut dialami oleh wartawan Koranjateng.com, Ferdi Irawan, S.M., saat menggunakan mesin ATM Bank Mandiri yang berada di area SPBU Tradha, Kecamatan Buluspesantren, pada Kamis (11/6/2026) sore.
Menurut keterangan Ferdi Irawan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika dirinya hendak melakukan transaksi menggunakan kartu ATM Bank Mandiri. Namun, setelah kartu dimasukkan ke dalam mesin ATM, kartu tersebut tidak dapat keluar kembali dan mesin ATM juga tidak memberikan respons sebagaimana mestinya.
Merasa ada kejanggalan, Ferdi kemudian berupaya mencari informasi dan menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan bantuan. Setelah beberapa jam menunggu, sekitar pukul 19.00 WIB datang sejumlah petugas yang mengaku sebagai vendor atau teknisi yang menangani mesin ATM Bank Mandiri tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan terhadap mesin ATM, petugas menemukan adanya plastik mika berperekat yang diduga sengaja dipasang pada bagian slot kartu ATM. Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya modus ganjal mesin ATM yang menyebabkan kartu nasabah tertahan atau tertelan di dalam mesin.
“Setelah dicek oleh petugas, ditemukan plastik mika berperekat yang diduga menjadi penyebab kartu ATM saya tidak bisa keluar dan tertahan di dalam mesin,” ujar Ferdi kepada Koranjateng.com.
Meski lokasi ATM tersebut telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), Ferdi mengaku kecewa dengan penjelasan yang diberikan petugas terkait kemungkinan pengungkapan pelaku.
Menurutnya, saat menanyakan sejauh mana peluang dan waktu yang dibutuhkan untuk mengungkap pelaku pemasangan ganjalan tersebut, jawaban yang diterima justru cukup mengejutkan.
“Saya bertanya kepada petugas, berapa lama kira-kira pihak terkait bisa mengungkap pelaku pengganjal mesin ATM ini. Namun saya justru mendapat jawaban bahwa mereka tidak bisa memastikan bahkan tidak bisa mengungkap pelakunya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keamanan mesin ATM yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kebumen. Pasalnya, apabila modus serupa terjadi berulang dan tidak dapat diungkap, maka berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat pengguna layanan perbankan.
Kasus ini dinilai menjadi alarm serius bagi pihak perbankan, khususnya Bank Mandiri, untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan mesin ATM yang berada di lokasi-lokasi publik. Selain peningkatan pengawasan melalui CCTV, masyarakat berharap adanya respons cepat, investigasi yang transparan, serta langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa nasabah.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan mesin ATM. Apabila menemukan kejanggalan pada slot kartu, keypad, maupun bagian lain dari mesin ATM, pengguna disarankan segera menghentikan transaksi dan menghubungi layanan resmi bank terkait.
(Ferdi Irawan, S.M.)
