Pertemuan Badan Pusat Statistik (BPS) di Desa Jatiroto Perkuat Validitas Data Desa


Kebumen, Koranjateng.com – Kamis, 23 Juli 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan di Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas data statistik desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Statistik Ahli Madya BPS Bapak Mulyo Widodo, S.ST.,M.Si., bersama para petugas BPS, kader pendata, dan petugas lapangan. Pertemuan difokuskan pada pentingnya pendataan yang akurat, valid, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

Dalam penyampaiannya, Mulyo Widodo menegaskan bahwa masyarakat diharapkan memberikan data yang benar dan valid agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Menurutnya, melalui Sensus 2026 seluruh data masyarakat dapat dihimpun, dipetakan (mapping), dan dianalisis secara akurat sehingga mampu mengurangi kesenjangan data.

"Tujuan utama sensus adalah menghasilkan data yang valid sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan maupun program pemerintah sesuai kondisi yang sebenarnya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, petugas BPS juga menjelaskan tahapan pelaksanaan pendataan, pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang benar, serta pemanfaatan data statistik sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga tingkat nasional.

Mulyo Widodo optimistis target pendataan di Kabupaten Kebumen dapat diselesaikan hingga akhir Agustus 2026. Hingga saat ini, proses pendataan telah mencapai sekitar 50 persen dari target yang telah ditetapkan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pendata yang telah mendapatkan pembekalan dan bekerja secara profesional. Menurutnya, data yang valid merupakan fondasi utama dalam merencanakan pembangunan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menentukan arah kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Pertemuan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Diharapkan sinergi antara pemerintah desa, petugas lapangan, dan Badan Pusat Statistik terus terjalin sehingga mampu menghasilkan data berkualitas yang mendukung pembangunan desa yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan.

Salah satu petugas lapangan dari Desa Jatiroto, Jati Wibowo, menyampaikan optimismenya terhadap kelancaran proses pendataan. Menurutnya, petugas harus mampu membagi waktu dengan baik karena mayoritas masyarakat Desa Jatiroto berprofesi sebagai petani sehingga waktu kunjungan perlu disesuaikan dengan aktivitas mereka.

Di akhir kegiatan, Mulyo Widodo berharap pendataan tahun 2026 dapat membawa perubahan positif bagi Indonesia. Dengan data yang akurat dan mudah diakses, pemerintah akan lebih mudah menyusun kebijakan, menyalurkan program secara tepat sasaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Semoga melalui pendataan yang dilakukan BPS ini dapat membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia menuju pembangunan yang lebih baik," tutupnya.Catatan: Saya mengubah jabatan menjadi Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) Buayan karena Anda menyatakan sebelumnya bahwa beliau bukan Kepala BPS Kabupaten Kebumen. Jika jabatan beliau berbeda, beri tahu saya agar saya sesuaikan.


(Kaswi Wijaya)
Next Post Previous Post