Warga Pagedangan Resah, Polemik Oknum SG Disebut Berdampak pada Ambruknya Parkiran Sepeda SDN Pagedangan

(Gambar Ilustrasi Oknum Pembuat Onar)

Kebumen, Koranjateng.com — Sejumlah masyarakat Desa Pagedangan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, mengaku resah dengan sikap dan gerakan seorang oknum berinisial SG yang disebut telah menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat, khususnya terkait persoalan di salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Pagedangan.

Keresahan tersebut bermula dari adanya sejumlah tindakan SG yang menurut informasi masyarakat menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di lingkungan sekolah. Kondisi itu disebut berdampak terhadap keberanian pihak sekolah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan peningkatan sarana prasarana.

Masyarakat menyebut, pihak sekolah menjadi lebih berhati-hati dalam membuat program karena khawatir setiap kegiatan pembangunan akan dipersoalkan atau mendapat gangguan dari oknum tersebut.

Salah satu dampak yang menjadi sorotan adalah kondisi parkiran sepeda SD Pagedangan yang akhirnya ambruk. Masyarakat menilai kondisi tersebut seharusnya dapat segera ditangani melalui program pembangunan atau perbaikan sarana sekolah.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, adanya kekhawatiran terhadap tindakan SG membuat pihak sekolah merasa tidak leluasa untuk menjalankan program pembangunan.

“Yang kami khawatirkan, sekolah menjadi takut membuat program karena selalu merasa akan direcoki atau dipersoalkan. Padahal yang menjadi korban akhirnya anak-anak sekolah karena fasilitas yang rusak tidak segera diperbaiki,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Mereka meminta semua pihak mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta kepentingan pendidikan dan keselamatan para siswa.

Masyarakat juga mendorong agar persoalan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran maupun pembangunan sekolah disampaikan melalui mekanisme resmi dan sesuai ketentuan, bukan dengan tindakan yang dapat menimbulkan ketakutan di lingkungan sekolah.

Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak SD Pagedangan, pemerintah desa, serta SG terkait tudingan dan informasi yang disampaikan masyarakat tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan langsung dari SG mengenai tudingan bahwa dirinya membuat pihak sekolah takut menjalankan program pembangunan.

Berita ini merupakan laporan berdasarkan keterangan dan keresahan yang disampaikan masyarakat. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi SG maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas persoalan tersebut.



(Puspo Lukito)

Previous Post