Belum Genap Sebulan, Beton Jalan Kemujan–Sidobunder Retak, Profesionalitas CV Dua Putra Zunfazam Dipertanyakan


 Kebumen, Koranjateng.com — Pembangunan ruas Jalan Kemujan–Sidobunder, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, dengan nilai anggaran yang disebut mencapai kurang lebih Rp840 juta, mulai menuai pertanyaan. Pasalnya, jalan beton yang belum genap satu bulan dibangun tersebut dilaporkan telah mengalami sejumlah keretakan pada lapisan betonnya.

Pantauan awak media di lokasi menemukan adanya retakan pada sejumlah bagian permukaan beton. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena usia konstruksi masih tergolong sangat baru.


Di tengah kondisi tersebut, awak media juga melihat dua orang yang diduga pekerja melakukan perbaikan pada bagian beton yang mengalami retak. Bekas retakan tampak ditangani sedemikian rupa agar kembali tertutup dan terlihat lebih rapi seperti kondisi sebelumnya.

Perbaikan pada beton yang masih berusia kurang dari satu bulan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab munculnya keretakan dan bagaimana sebenarnya kualitas pekerjaan konstruksi jalan tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi beton yang mengalami keretakan, Sigit selaku mandor dari CV Dua Putra Zunfazam menyebut keretakan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.

"Keretakan tersebut karena cuaca ekstrem, bukan karena kesalahan teknis" ucap Sigit, Sabtu (12/09/2026).


Namun, penjelasan tersebut masih menyisakan tanda tanya. Dari pengamatan lebih detail secara visual di lapangan, material pada bagian cor yang terlihat justru dinilai menyerupai “garam krokos”, dengan komposisi yang secara kasat mata tampak seperti kurang semen dan pasir, sementara batu split terlihat lebih dominan.

Kondisi visual tersebut tentunya tidak dapat dijadikan kesimpulan final mengenai mutu beton tanpa pemeriksaan teknis. Namun, temuan di lapangan layak menjadi perhatian, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran yang nilainya tidak sedikit.

Pertanyaan publik kemudian mengarah pada standar mutu pekerjaan, komposisi material, proses pengecoran, hingga pengawasan proyek. Apakah keretakan yang muncul murni akibat kondisi cuaca ekstrem, atau terdapat faktor lain dalam proses pelaksanaan pembangunan yang perlu diperiksa lebih lanjut?

Dalam pekerjaan tersebut, CV Dua Putra Zunfazam disebut sebagai pihak pelaksana. Sementara itu, CV Citra Asri Design tercatat sebagai konsultan perencana dan CV Nazeera sebagai konsultan pengawas.

Keberadaan konsultan pengawas tentu menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar yang telah ditentukan. Terlebih, konstruksi jalan beton seharusnya memiliki standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Munculnya retakan dalam waktu yang relatif singkat membuat proyek ini patut mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah maupun instansi yang berwenang diharapkan tidak hanya melihat hasil akhir secara kasat mata, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian mutu beton, apabila diperlukan.

Publik berhak mengetahui apakah pekerjaan Jalan Kemujan–Sidobunder telah dilaksanakan sesuai spesifikasi dan apakah kualitas konstruksinya sebanding dengan anggaran sekitar Rp840 juta yang digunakan.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti keretakan dan kualitas konstruksi jalan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan visual. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas, serta instansi terkait agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Jika pembangunan menggunakan uang negara, maka kualitas pekerjaan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab publik.


(Ferdi Irawan, S.M.)

Previous Post