Miris! Proyek Saluran Irigasi Senilai Ratusan Juta di Desa Jatipurus Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen Hasilnya Memprihatinkan. Dinding Banyak Yang Keropos Serta Sisa Material Berserakan Diatas Badan Irigasi

Kebumen, Koranjateng.com –Kondisi pembangunan saluran irigasi di Desa Jatipurus, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen menuai sorotan. Proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut menghasilkan bangunan yang dinilai miris dan jauh dari kata layak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut bersumber dari tiga pos anggaran, yakni Dana Desa sebesar Rp 43,8 Juta, APBD Kabupaten Kebumen Rp 75 Juta, serta bantuan material dari PC sebanyak 200 sak semen ukuran 40 Kg. Dengan total anggaran lebih dari Rp 118 juta ditambah ratusan sak semen, warga berharap mendapat saluran irigasi yang kokoh dan rapi.

Namun fakta di lapangan berbanding terbalik. Hasil pantauan awak media pada Sabtu, 26 September 2026, terlihat dengan kasat mata kualitas bangunan sangat memprihatinkan.


Dinding saluran banyak yang tidak tertutup dengan rapi, plesteran tidak merata, serta ditemukan banyak lekukan dan tambalan di sepanjang badan saluran. Sambungan adukan terlihat kasar dan tidak presisi, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama terutama saat debit air tinggi.


Yang lebih memprihatinkan, sisa-sisa material berupa pecahan batu, bongkahan adukan, dan tumpukan pasir dibiarkan menumpuk begitu saja di atas badan cor-coran yang sudah jadi. Kondisi tersebut berpotensi berguguran dan masuk ke dalam saluran, yang dapat menyumbat aliran air dan merusak fungsi irigasi itu sendiri.

"Kami sangat menyayangkan. Dananya besar, semennya juga banyak bantuannya 200 sak, tapi hasilnya seperti ini. Bergelombang, tambal sulam. Ini untuk petani, kalau jebol lagi yang rugi kami," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Jatipurus maupun pelaksana kegiatan belum dapat dimintai keterangan resmi terkait standar pengerjaan dan pengawasan proyek tersebut.

Warga berharap Dinas terkait dan Inspektorat Kabupaten Kebumen dapat turun langsung melakukan pemeriksaan fisik dan audit anggaran, agar pembangunan yang menggunakan uang rakyat tersebut benar-benar memberikan manfaat dan tidak mubazir.


(Ferdi Irawan, S.M.)

Previous Post