Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Irigasi di Desa Jatipurus Poncowarno Kebumen Jadi Sorotan. Cor Beton Dinilai Terlalu Tipis
Kebumen, Koranjateng.com – Proyek pembangunan irigasi di Desa Jatipurus, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, yang menelan anggaran sekitar Rp37 juta pada Tahun Anggaran 2025, diduga dikerjakan secara asal-asalan. Dugaan tersebut mencuat setelah awak media melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proyek irigasi yang menggunakan anggaran puluhan juta rupiah itu diduga hanya merealisasikan pembangunan saluran sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga terkait kesesuaian antara anggaran yang digunakan dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Selain panjang bangunan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran, kualitas pengerjaan juga menjadi sorotan. Beberapa bagian irigasi terlihat kurang rapi dan diduga tidak sesuai standar konstruksi yang semestinya diterapkan dalam pembangunan saluran irigasi desa.
Awak media juga menemukan dugaan ketebalan cor beton pada proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi. Dari hasil pengamatan di lokasi, ketebalan cor beton diduga terlalu tipis sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi kekuatan dan daya tahan bangunan irigasi dalam jangka panjang.
“Kalau melihat anggarannya sekitar Rp37 juta, seharusnya hasil pembangunan bisa lebih maksimal. Namun kenyataannya di lapangan hanya sekitar 50 meter dan kualitas cornya juga terlihat tipis,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (18/05/2026).
Warga berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan ulang terhadap proyek tersebut agar penggunaan anggaran desa benar-benar transparan dan sesuai peruntukannya. Mereka juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek pembangunan yang menggunakan dana pemerintah.
(Puspo Lukito)

