Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Proposal Bantuan Sapi Mulai Terungkap, Kades Mirit Mengaku Tidak Menandatangani Proposal Tersebut
Kebumen, Koranjateng.com – Senin, (11/05/2026), Kepala Desa Mirit, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, mengaku merasa terdzolimi atas dugaan tindakan oknum perangkat desa berinisial SM yang diduga memalsukan tanda tangannya dalam proposal pengajuan bantuan hibah sapi dari Provinsi Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar tahun 2022 hingga 2023 silam. Dugaan pemalsuan itu mulai terungkap setelah kepala desa berinisiatif meminta file proposal berbentuk PDF kepada pihak balai pertanian dan peternakan di Kecamatan Mirit.
Saat dokumen proposal tersebut diperlihatkan, kepala desa mengaku terkejut lantaran tanda tangan yang tercantum dalam proposal pengajuan bantuan hibah sapi diduga bukan tanda tangan asli miliknya.
“Kemudian saya meminta file PDF proposal itu ke balai pertanian dan peternakan Kecamatan Mirit. Setelah saya lihat, ternyata tanda tangannya berbeda dengan tanda tangan saya,” ungkap kepala desa saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, sejak awal dirinya tidak mengetahui secara pasti proses pengajuan proposal bantuan hibah sapi tersebut. Ia juga merasa namanya dicatut dalam dokumen resmi tanpa seizin dirinya.
Kepala desa menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik dirinya sebagai pimpinan desa. Bahkan ia mengaku merasa dirugikan secara moral maupun administratif akibat dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.
Sementara itu, dugaan keterlibatan oknum perangkat desa berinisial SM kini menjadi sorotan masyarakat. SM yang diketahui juga berkecimpung di dunia peternakan sapi disebut-sebut memiliki peran penting dalam proses pengajuan bantuan hibah tersebut.
Warga berharap persoalan ini dapat ditelusuri secara transparan oleh pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat Desa Mirit.
(Puspo Lukito)
